Entri Populer

Kamis, 04 Agustus 2011

jangan bandingkan...

#DalamDekapanUkhuwah, kita punya ukuran-ukuran yang tak serupa. Kita memiliki latar belakang yang berlainan. Maka tindak utama yang harus kita punya adalah; jangan mengukur orang dengan baju kita sendiri, atau baju milik tokoh lain lagi. #DalamDekapanUkhuwah tiap manusia tetaplah dirinya. Tak ada yang berhak memaksa sesamanya untuk menjadi sesiapa yang ada dalam angannya.
#DalamDekapanUkhuwah, berilah nasehat tulus pada saudara yang sedang diberi amanah memimpin umat. TAPI Jangan membebani dengan cara membandingkan dia terus-menerus kepada 'Umar ibn 'Abdul 'Aziz.
#DalamDekapanUkhuwah, berilah nasehat pada saudara yang tengah diamanahi kekayaan. TETAPI Jangan membebaninya dengan cara menyebu-nyebut selalu kisah berinfaqnya 'Abdurrahman bin 'Auf.
#DalamDekapanUkhuwah, berilah nasehat saudara yang dianugerahi ilmu. NAMUN Jangan membuatnya merasa berat dengan menuntutnya agar menjadi Zaid ibn Tsabit yang menguasai bahawa Ibrani dalam 14 hari.

 Tak bijak menuntut seseorang tuk jadi sosok lain di zaman yang sama, apalagi menggugat agar tepat seperti tokoh lain dari masa berbeda.

#DalamDekapanUkhuwah, 'Ali ibn Abi Thalib yang pernah diperlakukan begitu, punya jawaban yang telak dan lucu.  "Dulu di zaman khalifah Abu Bakar dan 'Umar" kata lelaki kepada 'Ali, "Keadaannya begitu tentram, damai dan penuh berkah. Mengapa di masa kekhalifahanmu, hai Amirul Mukminin, keadaannya begini kacau, rusak. & penuh perpecahan?". "Sebab", kata 'Ali sambil tersenyum, "Pada zaman Abu Bakr & 'Umar, rakyatnya seperti aku. Adapun di masaku, rakyatnya seperti kamu.
Kutipan kecil diambil dari #DalamDekapanUkhuwah, di bawah tajuk 'Karena Ukuran Kita Tak Sama'.
By Salim fillah

Kamis, 14 Juli 2011

renungan mantaff


Renungan mantaf
Yg sdh pergi biarlah berlalu, jgn digenggam lagi, krn dgn adanya yg berlalu akan datang yg baru. Utk apa memikirkan yg sdh berlalu, hidup ini terlalu sayang dihabiskan utk yg kayak begitu.  Datang & pergi adalah hal biasa, yg tdk mau melepaskan tdk mungkin bahagia. Sampai kpn yg pergi itu mau digenggam? Sementara blm tentu dia memikirkannya seperti kamu.
Kenangan memang meninggalkan jejak, namun ia bisa dihapus dgn air pantai yg kencang. Air pantai yg kencang itu adalah kemauan keras kamu. Siapkah kamu menghempaskan air kencang itu sehingga jejak kenangan itu hilang ditelan butiran air pantai.
Dunia saja tdk abadi dgn gempa sana-sini yg menghancurkan muka bumi. Utk apa memikirkan diri yg tdk abadi dgn segala macam persoalan yg menghampiri. Tdk melepaskan yg telah pergi berarti menyiksa diri. Sampai kapan dirimu tega menyiksa diri yg ringkih ini?
Sudahlah, katakan pada batin: semua itu sdh berlalu, dia tdk lagi mencintaiku, aku akan cari yg baru. Sayangi dirimu & belajarlah utk mempersiapkan diri sejak awal utk berpisah dgn siapa/apa saja. Hanya yg mempersiapkan diri yg tdk akan sakit serasa diiris sembilu.
Patah 1 tumbuh 1000, pepatah itu pasti hasil renungan panjang dan dalam dari para pendahulu. Yg telah pergi pasti akan mendapat pengganti. Jika ada pengganti, apa lagi yg hrs ditangisi? Air kencang itu hrs berani diambil dan disiramkan pada seluruh kenangan dan jejak kaki. Siram seluruh memori yg pernah bersemi di antara kamu berdua. Lagu kenangan jgn diputar, baju favorit jgn dipakai, tempat kenangan jgn dikunjungi. Tdk mengulang kenangan yg pernah ada, melepaskan menjadi lbh mudah.
Kehidupan tlh memutuskan ia bukan utkmu, lalu mengapa memaksa utk menahannya dlm hatimu? Doakan saja ia bahagia, dgn begitu engkau jg akan mendapatkan getarannya. Hidup ini tdk lama, mengapa diisi dengan hal2 yg tdk berguna.
 Melepaskan memang tdk mudah, namun sampai kpn engkau mau menderita? Melepaskan adlh kunci bahagia, lakukanlah skrg juga dan malam ini engkau akan tidur dgn nyenyak dan lega. Biarkan yg telah pergi menjadi pengalaman saja, jgn simpan terus di dalam batin. Jgn melukai diri sepanjang malam hanya utk sesuatu yg bisa dilepaskan. Ia pun mungkin sdh bahagia, bukankah itu yg selama ini anda inginkan?
Smg dia, engkau dan semua yg pernah terlibat di dlm cerita cintamu bahagia.
Sdh selesai ya, #RenunganMantafff malam ini, hehe, smg yg bermasalah bisa berkomunikasi dgn batinnya masing2 dgn twit2 ini. Thx
By dr. pho