Entri Populer

Senin, 09 Februari 2015

Susahnya koruptor


New post on Erie Sudewo

Susahnya Koruptor
by Erie Sudewo
Kembali pagi tanpa mentari. Hujan awet sekali. Genangan air merayapi Jakarta. Mari resapi #SusahnyaKoruptor sambil ngopi dan makan roti

1. Di balik penjara, koruptor wibawa-wibawakan dirinya seperti menegur PRT-nya dulu, kepada napi cluster-cluster lain berkasta rendah

2. Karena terpelajar, pertanyaan dan nasihat amat saleh. Tutur kata lembut, sopan, perlahan dan terstruktur. Para maling ayam terkagum-kagum

3. Saat koruptor berdalih dia kena jebak, maling teri mengangguk. Saat dikatakan tak prosedural, maling jemuran makin geram pada negara

4. Yang dulu PRT, jadi pembela majikannya. Bahwa bapak-bapak yang terhormat ini, bukan koruptor. Hanya dijebak. Atau salah prosedur

5. Hebat. Para koruptor dikagumi di penjara. Maling-maling jalanan berandai-andai: “Jika jadi dia, saya lawan negara. Tak mau di penjara”

6. Ada koruptor yg ngaku bersalah. Kata-katanya tetap nasihat. Maling sandal berandai lagi: “Hebat jadi orang besar. Ingin aku seperti dia”

7. Di penjara, pembawaan diri koruptor tetap seperti pejabat. Tak bisa terlecehkan napi lain. Apalagi yang dipenjara karena nyopet di bus.

8. Bayangkan: “Koruptor punya harga diri”. Padahal korupsi, ya maling juga. Cuma cerdas. Mencurinya dengan ilmu S3 atau jabatannya

9. Akhirnya penjara bukan jadi tempat taubat. Malah tukar pikiran sesama koruptor. Untuk bebas. Bisa nikmati uang korup yang diinvestasikan

10. Tapi saat di tengah malam, di tengah dengkuran para napi, nuraninya terlintas menggugat: “Untuk apa uang korupsi itu, untuk apa?”

11. Dia pejamkan mata. Tapi hatinya tak tidur. Menukik-nukik kesadaran terdalamnya: “Inikah yang engkau cari hingga sampai di penjara?”

12. Engkau kuliah jauh-jauh, bertahun-tahun, dan korbankan banyak hal. Engkau punya jabatan dan terhormat. Tapi mengapa kini di penjara?

13. Tersiksa jiwanya. Tiba-tiba dia bangkit. Air wudhu bergemericik. Tahajud. Air mata mengalir. Ingat anak isteri dinafkahi hasil korupsi

14. Esok dan hari berikut, pesan pada anak isteri: “Banyakkan sedekah”. Anak isteri gembira. Bapaknya anjurkan yang tak pernah dilakukan

15. Bapak dan keluarga tak tahu. Uang haram tak bisa dizakatkan atau disedekahkan. Tertolak. Meski disedekahkan semua | #SusahnyaKoruptor

16. Uang haram mesti kembali pada azasnya. Uang negara, balik ke negara. Uang perusahaan kembali ke sana. Uang tetangga, balik pada asalnya

17. Dan benar. Koruptor terkejut, saat ustadz katakan: “Dosa korupsi hanya bisa diampuni ketika hak-hak yang diambil, dikembalikan ke asal”

18. Dia ceritakan pada orang rumah. Jawab isteri: “Pak, kita sudah tua. Jika rumah disita, kita tinggal di mana?” Nah, sang bapak tertegun

19. Pada anak-anak dikatakan, kuliah dan modal usahanya, dibiayai uang korupsi. Bagaimana jika asset usaha mereka dikembalikan ke negara?

20. Anak-anak terkaget-kaget. Shock dan merenung. Jika sepakat, bapak bersyukur. Jika tidak, hatinya makin gentar. Rasa takut makin menjadi

21. Ustadz berkata: “Jika hak-hak tak dikembalikan, shalat ditolak.” Lha bukankah selama ini makan, pakaian, rumah dll, dibiayai korupsi?

22. Berarti meski yang haram Rp 5 di saku, shalatnya tetap tertolak. Meski air mata darah tumpah, ibadahnya ditolak. Remuk dirinya

23. Maka waktu shalat hatinya bergidik: “Untuk apa shalat? Bukankah tetap ditolak. Sia-sia bukan?” Tangisan makin jadi. Gemetar sesenggukan

24. Orang lain terkejut dan bahagia lihat taubatnya. Pujian pun mengalir karena menangis tahajud. Mereka bilang: “Bapak dapat hidayah”

25. Dengar itu hatinya makin menjerit. Mereka tak tahu. Dia menangis, karena ibadah dan doanya ditolak. Dia belum kembalikan uang korupsi

26. Dia merintih. Dia jadi tahu shalatnya ditolak. Dia kerjakan, tapi sia-sia. Saat itu mulai dirasa: “Kenikmatan shalat, dicabut Allah SWT”

27. Koruptor yang bisa akali tak masuk penjara atau yang memang tak terlacak, apakah jiwanya tenteram? Tidak. Karena mereka punya nurani

28. Hatinya pasti bergolak. Resah. Dia tahu uangnya banyak. Tapi itu tak halal. Dia pun ingin bertaubat, tapi tak tahu bagaimana caranya

29. Ketika dikembalikan, kemana? Jika bisa dikembalikan, jangan-jangan nanti disikat yang lain. Atau jika ketahuan, bukankah merusak citra?

30. Saat sakit bahkan stroke, kesadarannya tumbuh. Ingat akan korupsi. Uang diperoleh banyak-banyak, terbukti tak sehatkan dirinya

31. Obat yang dibeli dari hasil korupsi juga tak bermanfaat apa-apa. Padahal obat yang dibeli paten. Didatangkan pula dari luar negeri

32. Beban makin berat. Jasad menderita. Jiwa lebih tersiksa lagi. Akibat stroke akut, bicara sulit. Apalagi tangan. Jari pun tak bergerak

33. Dia hanya bisa melihat isteri, anak dan cucu datang menjenguk. Senda-gurau mereka makin mengiris-iris hatinya | #SusahnyaKoruptor

34. Air mata mengalir. Keluarga menyangka, di akhir hayat bapak temukan diri. Tak pernah mereka lihat bapak menangis | #SusahnyaKoruptor

35. Hati bapak makin pedih. Ingin beritahu selama ini mereka makan uang korupsi. Tapi apa daya, bicara saja tak sanggup | #SusahnyaKoruptor

36. Air mata makin mengalir. Anak isteri pun sujud syukur. Disangka, bapak menangis bahagia. Keluarga salah sangka. Bukan. Bukan itu

37. Dia menangis karena menyesali perbuatannya. Anak isteri jadi korban. Mereka tak tahu. Tapi dia juga tak kuasa mengembalikan

38. Jelang akhir hayat, koruptor tangisnya menjadi-jadi. Ingin taubat, tapi tak kuasa lagi. Astaghfirullah. Su’ul khatimah. Na’udzu billah…

39. Maka jangan anggap kehidupan koruptor tak resah. Mereka menderita. Sesungguhnya “koruptor itu telah jadi bangkai selagi hidup”

40. Makanya, ayo kita doa sama-sama. Agar para koruptor bisa taubat dan kembalikan uang negara. Bagaimana pun mereka saudara kita

41. Ya Allah, lindungi dan beri petunjuk pemimpin kami agar tak korupsi. Sadarkan bagi siapapun yang terlanjur korupsi | #SusahnyaKoruptor

42. Mudahkan mereka, semua hamba-Mu termasuk kami, untuk kembali ke jalan-Mu. Ampuni kami. Kami gentar segentar-gentarnya, adzab-Mu pedih

43. “Kami tak pantas dapat Surga-Mu. Tapi kami juga tak mampu hadapi Neraka-Mu. Bagaimana pun kami adalah hamba-Mu. Ampuni kami, Allah-ku,”

Erie Sudewo | February 10, 2015 at 7:14 am | Tags: Susahnya Koruptor | Categories: Inspirasi | URL: http://wp.me/p51sG7-9p
Comment    See all comments
Unsubscribe to no longer receive posts from Erie Sudewo.
Change your email settings at Manage Subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
http://www.eriesudewoid.com/susahnya-koruptor/

Kamis, 05 Februari 2015

Antara jakarta dan singapur


New post on Erie Sudewo

Antara Singapura dan Jakarta
by Erie Sudewo
Selamat pagi Indonesia. Mentari muncul di awal pagi. Semoga Rabu tak jadikan hari ini kelabu | #AntaraSingapuraJakarta #CharacterBuilding

1. Allah SWT memang Maha Segalanya. Tak terhitung karunia-Nya pada kita. Negeri zamrud ini dianugerahi flora fauna tak terhitung jumlahnya

2. Karena ulah kita, banyak pula yang tinggal kenangan. Tapir dan anoa, dulu kita pelajari di geografi. Kini cuma beberapa di kebun binatang

3. Tahun 80-an saya sempat susuri sungai dari Palangkaraya ke Pangkalan Bun. Berjam-jam perjalanan tak juga tampak seekor pun burung Enggang

4. Padahal itu menembus jantung hutan belantara Kalimantan. Tahun 80-an lagi. Aneh tak seekor pun Enggang atau Rangkong terbang melintas

5. Burung Gelatik yang dulu ribuan terbang di sawah, agaknya kini nyaris punah juga. Apalagi burung Manyar. Kini semua menghias pasar burung

6. Sarang Manyar yang eksostis bulat bergayut di dedaunan kelapa, lenyap sudah. Kini cuma diabadikan di lukisan-lukisan pemandangan

7. Buah-buahan yang khas tropika Indonesia, juga menyusul punah. Buah Jamblang yang begitu dimakan mulut pun jadi jingga, entah dimana kini

8. Buah Kesemek dan Kedondong kini banyak dipasok dari Thailand. Pisang Batu yang jadi makanan burung, sudah lama tak tampak

9. Di kota, perumahan dan sepanjang jalan, pohon-pohon ditanam. Cuma rata-rata yang ditanam Akasia. Belakangan mulai Trembesi dan Mahohi

10. Andai dari 10 pohon ditanami satu pohon buah, jelas ini penyedia makanan bagi burung, kelelawar dan kalong | #AntaraSingapuraJakarta

11. Kini kemana pun mereka terbang sulit sekali mendapat makanan. Pohon buah ada, tapi manusia tak mau berbagi untuk hewan-hewan terbang

12. Padahal yang mereka makan cuma satu atau dua buah. Tak ada yang memonopoli, apalagi menimbun buah-buahan untuk diri mereka sendiri

13. Sayangnya yang lestari di kita malah Bunga Bangkai. Heran juga mengapa bunga busuk ini begitu tenetram hidup di kita. Next kita bahas

14. Kita bandingkan penghijauan Singapura - Jakarta. Perbandingan ini jadi ibrah. Agar ada hikmah yg bisa dipetik | #AntaraSingapuraJakarta

15. Jakarta dibangun lebih serius saat Ali Sadikin jadi Gubernur. Waktu itu Lee Kuan Yew pun naik jadi orang nomor satu Singapura

16. Ali Sadikin tanam Akasia. Tanaman ini dimaksud sebagai perantara. Dengan harapan penggantinya kelak tanam pohon yang lebih keras

17. Seperti Albasia, pohon Akasia ini termasuk tanaman industri. 5 tahun musti dipanen. Lewat masa itu, pohon mudah tumbang karena getas

18. Lee menanam Trembesi, Mahoni dan Beringin. Berbeda dengan Akasia, pohon Trembesi, Mahoni dan Beringin usianya bisa ratusan tahun

19. Sayangnya prediksi Bang Ali keliru. Gubernur DKI para penggantinya itu, agaknya tak sungguh-sungguh pada penghijauan Jakarta

20. Sebelum 2015 ini, pohon Akasia pun telah bertumbangan. Bahkan yang jadi korban tertimpa pohon-pohon itu juga tak sedikit

21. Di Jakarta atau kota lain di Indonesia, korban tertimpa pohon, apes. Ibarat sudah jatuh tertimpa tangga. Hendak menuntut, pada siapa?

22. Kini Jakarta meranggas. Belum terdengar satu pun himbauan dari petinggi, agar satu rumah menanam satu pohon | #AntaraSingapuraJakarta

23. Metode ini murah meriah. Jakarta bisa hijaukan diri dengan swasembada. Motonya: “Satu Rumah – Satu Pohon”. Tentu yg punya halaman cukup

24. Tahun 70-an, Lee tanami Singapura dengan Trembesi, Mahoni, Beringin. Kini kayu-kayu keras itu perlihatkan hasil. More than expectation

25. Kota Singapura kini ditumbuhi pohon keras. Besar, kuat, kokoh dan rimbun. Bukan hanya jadi hijau, Singapura yg kota pantai jadi sejuk

26. Konsep Green City Singapura pun jadi model. Yang boleh dibangun cuma 30% dari luas tanah. Sisanya pepohonan | #AntaraSingapuraJakarta

27. Bahkan banyak atap-atap apartemen, kini ditumbuhi tumbuh-tumbuhan. Sulurnya menjulur. Menarik hati siapapun | #AntaraSingapuraJakarta

28. Jangan kaget saat anda duduk di taman kota Singapura. Bisa-bisa burung Jalak hinggap di sandaran kursi anda | #AntaraSingapuraJakarta

29. Di Jakarta, jika ada burung Beo masuk, ini drama pilu. Pasti dikejar-kejar sebagian warga. Untuk apa? Dijual atau dipelihara!

30. Di Jakarta anda boleh sekehendak hati. Boleh panggil orang sekampung mengejarnya. Di Singapura anda pasti masuk sel. Dijamin!

31. Kita tak suka lihat burung terbang bebas. Sekarang tengok ke langit. Kapan terakhir anda lihat serombongan burung terbang melintas?

32. Lee Kuan Yew boleh bangga. Sekali tanam Trembesi dan Mahoni, manfaatnya terus dan makin terasa hingga kini | #AntaraSingapuraJakarta

33. Singapura dan Jakarta memang beda. Luasnya tak seluas Jakarta. Bedanya lagi, kepentingan Singapura cuma satu. Mereka bangun negeri

34. Kita juga punya kepentingan. Sayangnya kepentingan itu banyak yang atas namakan negeri. Sejatinya untuk pribadi dan kelompoknya

35. Hijaunya Singapura, itu tanda sehatnya pengelola negeri. Meranggasnya Jakarta, itu tanda simpang siur pengelolanya. Kita lanjut esok ya

Erie Sudewo | February 4, 2015 at 8:11 am | Tags: Antara Singapura dan Jakarta | Categories: Inspirasi | URL: http://wp.me/p51sG7-95
Comment    See all comments
Unsubscribe to no longer receive posts from Erie Sudewo.
Change your email settings at Manage Subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
http://www.eriesudewoid.com/antara-singapura-dan-jakarta/

Selasa, 27 Januari 2015

Keserakahan mini market


New post on Erie Sudewo

Ganasnya Minimarket
by Erie Sudewo
Selamat pagi Indonesia. Alhamdulillah mentari pagi sudah muncul di Timur. Mari telaah kiprah minimarket di Indonesia | #GanasnyaMiniMarket

1. Welcome to the minimarket’s country. Itu slogan yang belum tertera di republik tercinta ini | #GanasnyaMiniMarket #CharacterBuilding

2. Slogan itu bisa positif, bisa juga negatif. Positif jika itu memang jadi kekuatan. Negatif jika itu hanya dinikmati segelintir orang saja

3. Nah kira-kira, ekspansi minimarket ke segala penjuru Indonesia, “buat untung atau malah jadi buntung?” #GanasnyaMiniMarket

4. Jawabnya tergantung posisi kita. Yang untung di antaranya pemilik waralaba, penerima waralaba, pemodal dan pemasok isi minimarket

5. Coba longok, apa isi minimarket. Nyaris 100% barang produksi industri. Tak ada titipan tetangga. Entah itu lontong atau bakwan goreng

6. Hahaha… Mana mungkin minimarket jualan itu bung! Justru ini titik pangkalnya. Satu dampak minimarket, hancurlah warung-warung rakyat

7. Tak ada lagi kisah sambil berangkat sekolah, pelajar titipkan gorengan ibu di warung. Pulang sekolah, uang diambil untuk sambung hidup

8. Satu warung rakyat tutup, berarti tutup pula rezeki tetangga-tetangganya. Tak ada lagi lontong Bang Ahmad, atau kue apem Mpok Saodah

9. Lha bukankah sudah ada gantinya, yakni para penjual gorengan di tepi parkiran minimarket? Betul. Tapi tanyalah: “Berapa sewa per bulan?"

10. Orang Barat bilang “time is money”. Minimarket munculkan tradisi baru: “Place is money” Right? | #GanasnyaMiniMarket #CharacterBuilding

11. Dengan matinya warung rakyat, tutup pula sebagian kegairahan bottom up dalam mengasah entrepreneur dan kegigihan untuk hidup

12. Padahal ini penting, bahkan teramat penting. Dengan rakyat bergairah lakukan terobosan, itu wahana tingkatkan daya juang rakyat

13. Rakyat yang terlatih kegigihannya, bakal jadi penopang kedaulatan bangsa. Rakyat yang dipinggirkan, bakal jadi beban dan benalu bangsa

14. Rumusnya jadi: “Rakyat gigih, bangsa untung. Rakyat disingkirkan, bangsa buntung” | #GanasnyaMiniMarket #CharacterBuilding

15. Tuan dan Puan, tutupnya warung-warung rakyat di bumi Indonesia, ternyata terjadi setiap hari | #GanasnyaMiniMarket #CharacterBuilding

16. Selalu terjadi kontradiktif bin anomali di sekitar kita. Satu kegiatan muncul, disitu untung dan sekaligus buntung terjadi

17. Tiada hari tanpa tumbuh minimarket di Indonesia. Saat itu juga tiada hari tanpa matinya warung-warung rakyat | #GanasnyaMiniMarket

18. Tragisnya itu semua terjadi dengan rencana, sistematis, di-back up modal besar, perbankan pun siap, keunggulan system manajemen dan SDM

19. Sementara rakyat yang buka warung-warung cuma sekadar di ranah subsisten. Hanya sekadar untuk bertahan hidup | #GanasnyaMiniMarket

20. Rakyat makin susah. Sementara negeri ini lupakan pesan Henry Kissinger: “You control food, you control the people” #GanasnyaMiniMarket

21. Suatu saat kelak, minimarket bakal kontrol rakyat. Pemerintah pun tersandera. Lampu merah bagi Deptan, Deperindag, Depkop dan UKM

22. Di zaman kakek nenek kita dulu, masih ada etika berbisnis. Jika akan buka toko, lihat kanan kiri, apakah sudah ada toko sejenis?

23. Imam Syafi’i pendiri madzhab Syafi’i mengatakan: “Jika ada 2 masjid yang berdekatan, yang keliru adalah masjid yang belakangan”

24. Ada 2 pertanyaan: 1) Mengapa ayam kampung, beras dan kambing tak bisa dimonopoli? 2) Sedang sapi bisa dikuasai pemain besar?

25. Karena yang ke-1, masih diproduksi dan masih bisa langsung dijual rakyat. Yang ke-2 soal sapi, rakyat tak berkutik. Apalagi sapi impor

26. Rumus keburukan adalah 1 x 5. Entah dari mana rumus ini. Kita pakai saja. Maka satu mini market hadir, 5 warung rakyat tamat riwayat

27. Dengan 10.000 minimarket berdiri, berarti 50.000 warung rakyat karam. Pelemahan ekonomi rakyat sistematis, terrencana dan berpuluh tahun

28. Ibarat mobil, kita bisa bandingkan antara minimarket, supermarket dan hypermarket. Kesamaannya, ketiganya dilakukan pengusaha kakap

29. Bedanya, minimarket ibarat jualan dengan motor. Bisa menjemput bola di pelosok terpencil. Tak ada yg lepas dari jangkauannya. Retail

30. Supermarket jualan dengan truk. Tak leluasa untuk berjalan ke sana sini. Hingga pembeli supermarket, sasarannya memang kelas middle up

31. Hypermarket jualan dengan truk gandengan. Tentu lebih sulit lagi menembus kantong-kantong rakyat. Maka jualannya mesti grosiran

32. Cuma sekarang tak lagi jelas apa yang boleh dan apa yang tidak. Minimarket, supermarket dan hypermarket, semua sama. Pokoknya jualan!

33. Liberal kita kebablasan. Saat dibutuhkan pemerintah tak ada. Atau “jangan-jangan pemerintah yang memang tak mau atau tak mampu?”

34. Coba jawab: “Lebih mudah jadi karyawan bank atau jadi anggota DPR?” Itu jawaban mengapa Indonesia bisa makin bubrah begini

35. Bagaimana soal minimarket lebih lanjut, kita kuak besok Kamis 29 Jan 2015 insya Allah | #GanasnyaMiniMarket #CharacterBuilding

Erie Sudewo | January 28, 2015 at 2:32 pm | Tags: Ganasnya Minimarket | Categories: Karakter | URL: http://wp.me/p51sG7-8J
Comment    See all comments
Unsubscribe to no longer receive posts from Erie Sudewo.
Change your email settings at Manage Subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
http://www.eriesudewoid.com/ganasnya-minimarket/

Jumat, 23 Januari 2015

Save kpk

New post on Erie Sudewo

Save KPK
by Erie Sudewo
Jakarta tanpa mentari pagi. Mendung di ranah keadilan menggayuti bumi Indonesia. #SaveKPK #SaveKPK | #CharacterBuilding

1. Jika Bambang Widjojanto (BW) memang seperti dituduhkan, negeri ini memang rusak. KPK musti bersih dari orang-orang kotor dan curang

2. Jika apa yang dituduhkan ternyata palsu dan penuh kebohongan, negeri ini memang benar-benar rusak serusak-serusaknya | #SaveKPK

3. Yang benar disalahkan dengan sejumlah bukti palsu. Yang salah dibela mati-matian meski harus porak-porandakan tata kelola bernegara

4. Jika memang tanpa alasan, penangkapan BW matikan bibit-bibit terbaik. Diganti para benalu yang selalu pentingkan diri sendiri | #SaveKPK

5. Para benalu negeri ini tumbuh bukan tanpa alasan. Argumen pun tepat: “Untuk apa jujur dan berdarah-darah, toh ditangkapi juga”

6. Akhirnya orang baik dan jujur frustrasi. Tak ada minat duduk di lembaga apapun yang berbau pemerintah | #SaveKPK | #CharacterBuilding

7. Jika KPK memang berkarakter, pantaslah singkatan KPK tegas: “Kokoh Pada Karakter”. Ini butuh orang baik dan jujur | #SaveKPK

8. Jika KPK tak berkarakter, KPK pun jadi: “Kompromi Pada Koruptor”. Yang ini dipenuhi para benalu negara | #SaveKPK | #CharacterBuilding

9. Mao Zedong mengatakan: “Sebesar apapun persoalan keluarga adalah kecil. Tapi sekecil apapun persoalan negara adalah besar” | #SaveKPK

10. Persoalan menangkap Wakil Ketua KPK ini bukan hanya soal besar. Sebab KPK itu jadi barometer, “sehat tidaknya perilaku negeri ini”

11. KPK Sehat negeri ini punya masa depan. KPK tak sehat negeri ini gelap ke depan. KPK dikebiri, sebagian orang tak peduli bangsa - negara

12. Jika KPK diberangus, apakah negeri ini memang layak merdeka? Pertanyaan ini yang dulu dilontarkan orang-orang Belanda | #SaveKPK

13. Tanggapi itu Moh. Hatta bilang: “Lebih baik kami karam di dasar lautan, jika harus kembali berada dalam penjajahan toean-toean”

14. Tahun 1945 Nagasaki dan Hiroshima dibom sekutu. Kaisar Hirohito berkata: “Selamatkan guru-guru. Masa depan Jepang ada di guru-guru”

15. Tahun 1965 terjadi G30S PKI. “Puluhan ribu guru terbaik Indonesia disembelih di sungai, di sawah, di tengah-tengah hutan” | #SaveKPK

16. Bangsa besar memang beda dengan bangsa yg besar-besarkan dirinya. Bangsa besar punya arah. Bangsa yg besar-besarkan diri kehilangan arah

17. Malaysia dimerdekakan Inggris tahun 1957. Singapura menjadi negara setelah kerusuhan rasial melanda Malaysia tahun 1969 | #SaveKPK

18. Sedang kita merdeka tahun 1945. Jangan lupa andai Belanda tak menyerah pada Jepang, akankah kita merdeka? | #SaveKPK #CharacterBuilding

19. Andai pula Jepang tak takluk pada Sekutu, akankah Indonesia merdeka juga? | #SaveKPK | #CharacterBuilding

20. Jarum jam sejarah memang tak bisa dibalik. Tapi berapa banyak manusia yang bisa mengambil hikmah dari perjalanan bangsanya? #SaveKPK

21. Malaysia dan Singapura, kini sungguh-sungguh bisa menikmati hasil kemerdekaannya. Bersyukurlah rakyatnya! #SaveKPK | #CharacterBuilding

22. Sedang kita lepas dari penjajahan asing tahun 1945. Tapi 70 tahun kemudian di 2015 ini, benarkah Indonesia sudah merdeka? #SaveKPK

23. Kita memang lepas dari penjajahan asing. Tapi jangan-jangan kita kini “dijajah bangsa sendiri”. Cilakalah rakyatnya! #SaveKPK

24. Buya Hamka dengan tepat mengatakan: “Kemunduran negara tidak akan terjadi jika tidak karena kemunduran budi dan kekusutan jiwa”

25. Di sisi lain, penangkapan BW adalah cara paling jitu alihkan persoalan besar yang tengah melanda bangsa ini | #SaveKPK

26. Jika slogan Pegadaian: “Menyelesaikan masalah tanpa masalah”, maka penangkapan BW: “Alihkan persoalan jadi lebih kisruh lagi” | #SaveKPK

27. Jika penangkapan BW adalah rekayasa, sungguh negeri ini jadi cermin “Negara Tanpa Negarawan” | #SaveKPK #CharacterBuilding

28. Jika penangkapan itu rekayasa, “Indonesia benar-benar jadi contoh terbaik untuk TAK DICONTOH” | #SaveKPK #CharacterBuilding

29. Bagi negeri jiran dan asing lainnya, Indonesia jadi case menarik dari studi pembangunan. Sebuah contoh NEGARA GAGAL | #SaveKPK

30. Departemen Pariwisata kita bisa buat brosur: “Sir, you want to study a failed state? Please come to my country”. Pasti laku | #SaveKPK

31. Saat kuliah dulu, belum 5 menit berkenalan dengan orang Bangladesh, dia bertanya: “What about Golkar?” | #SaveKPK #CharacterBuilding

32. Saya terperangah. Untuk pastikan itu, 3 kali saya tekankah: “Anda bertanya Golkar?” Yes, jawabnya. Mengapa? Tanya saya | #SaveKPK

33. Dia jawab, kami pelajari bagaimana Golkar bisa mengontrol kehidupan rakyat, dari istana hingga desa yang terujung di perbatasan

34. Saya kaget. Jika Bangladesh, negara yang kadang ada kadang tidak itu belajar tentang Golkar, bagaimana lagi dengan negara-negara maju?

35. Indonesia benar-benar negeri amazing. Sesuatu yang mustahil di negeri orang, ternyata niscaya di negeri kita | #SaveKPK

36. Yang pasti jika ini memang rekayasa, anak dan isteri BW boleh bangga. Karena bapaknya ditangkap dengan alasan yang dibuat-buat

37. Anak dan isteri dari orang-orang yang menangkap BW tentu tergugat moralnya. Benarkah bapaknya menangkap dengan alasan yang dibuat-buat?

38. Maka kini soal kita. Kelak anak cucu kita bertanya: “Ketika KPK terus diteror, dimana posisi bapak saat itu?” Apa yang harus kita jawab?

39. Anak cucu tentu kecewa ketika tahu bahwa bapaknya termasuk dalam bagian yang meneror KPK | #SaveKPK #CharacterBuilding

40. Tapi anak cucu boleh bangga ketika tahu bahwa bapaknya termasuk bagian yang membela KPK, meski cuma sekadar doa | #CharacterBuilding

41. Agar kita tak dihujat diri sendiri, tak dihujat negeri ini, dan tak dihujat anak cucu, ayo sama-sama kita berikrar: #SaveKPK

Erie Sudewo | January 24, 2015 at 10:16 am | Tags: Save KPK | Categories: Karakter | URL: http://wp.me/p51sG7-8w
Comment    See all comments
Unsubscribe to no longer receive posts from Erie Sudewo.
Change your email settings at Manage Subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
http://www.eriesudewoid.com/save-kpk/

Bajingan berseragam




New post on Erie Sudewo

Bajingan Berseragam
by Erie Sudewo
Pagi tanpa mentari. Guyuran rintik hujan butuh penghangat. Semoga kultweet #BajinganBerseragam mampu gairahkan | #CharacterBuilding

1. Ingat, adil itu tempatkan sesuatu pada fitrahnya. Dengan akal manusia harusnya bisa usung fitrah adil. Tapi nafsu syahwat ingin yg lain

2. Binatang tanpa akal, yang harusnya tak bisa usung konsep keadilan, justru malah selalu adil dalam hidupnya | #BajinganBerseragam

3. Harimau makan ayam atau kambing, itu fitrah. Bukan akibat dendam karena ayam atau kambing pernah ngeledekin macan | #BajinganBerseragam

4. Juga bukan iri. Sebab ayam dan kambing bisa akrab hingga dipelihara baik-baik oleh manusia. Koq macan tidak. Padahal sesama binatang

5. Cuma dua anak manusia berkelahi, rentetannya bisa bakar perang antar kampung. Bahkan bisa turun-temurun pula | #BajinganBerseragam

6. Hanya gegara dua orang ribut, ternyata korbannya juga orang tua ibu dan anak-anakk. Harusnya dua orang itu saja. Ini sangat tidak adil

7. Coba perhatikan tingkah ayam dan manusia dalam soal berikut ini. Kita campur bulir beras dengan manik-manik emas dan mutiara

8. Lihatlah, ayam tetap patok bulir beras. Perut ayam aman karena ayam bertindak adil. Tempatkan hak perut untuk terima beras saja

9. Manusia menggasak semua bulir. Bahkan termasuk ayamnya. Ada yang bilang, itu kelebihan manusia. Bisa mengaturnya | #BajinganBerseragam

10. Pertanyannya: “Sampai sejauh mana manusia bisa atasi nafsunya?” Nafsu syahwat yang memompa tamak hingga bersikap tak adil!

11. Di sawah ayam makan beras dan gabah. Dan setelah cukup, ayam pun berhenti. Tak ada ayam serakah hingga kuasai dan simpan sekarung beras

12. Sedang manusia di sawah? Bukan hanya beras kan. Sawah berhektar-hektar, saprotan, irigasi, traktor dan huller pun dilahap ...

13. Bahkan Kredit Candak Kulak (KCK), Kredit Usaha Tani (KUT) dan uang-uang bantuan desa dipatpat-gulipat | #BajinganBerseragam

14. Ayam kita olah jadi ayam sayur, ayam goreng, ayam Hainam, pepes ayam, garang asem ayam. Ayam yang kita santap, ternyata bisa adil

15. Tak satupun ayam ada yang dendam pada manusia. Padahal kita santap ayam dari zaman kakek-nenek hingga cucu cicit cecet nanti

16. Ayam tak berakal tetap bisa adil. Jagai sesuatu pada tempatnya. Perut ayam ya hanya terima beras. Raskin atau Raja Lele, tak soal

17. Perut ayam pun aman. Karena tak terima suap, jiwa ayam tenteram. Sepanjang sejarah ayam, belum pernah ada ayam bunuh diri karena stress

18. Mengapa manusia tak bisa tempatkan sesuatu pada fitrah, seperti ayam jagai keadilan? Padahal manusia diberi akal dan kecerdasan tinggi

19. Manusia jadi tak adil, itu karena tak bisa jaga nafsu syahwatnya. Nafsu ini yang jerumuskan manusia jadi tak adil | #BajinganBerseragam

20. Apa beda bajing dan bajingan? Bajing cuma makan kelapa. Dia tak beralih makan coklat, meski dibujuk atau disuap emas sekarung ...

21. Bajingan? Hahaha… Bajingan itu melahap apapun, dimanapun, kapanpun, dan siapapun | #BajinganBerseragam ~ #CharacterBuilding

22. Bajingan yang bukan siapa-siapa, skala rusaknya kecil. Tapi jika sebagian bajingan itu berseragam, inalillahi … kerusakaannya dahsyaaat

23. Pegawai berseragam paling bertanggung-jawab atas penyelenggaraan bernegara. Jika ada yg jadi bajingan, apalagi berjamaah, nah …

24. Di sawah, manusia bisa garap berhektar-hektar. Tapi nafsu manusia juga lahap pupuk. Padahal pupuk hanya baik untuk tanaman padi

25. Curang itu sikap yang tak tempatkan pada tempatnya. Dengan curang dia rusak dirinya. Dia dzalimi diri, tak adil pada dirinya

26. Curangnya ubah jadi uang, rezeki. Rasulullah SAW katakan: “Yang dimakan jadi kotoran. Yang dipakai akan usang. Yang abadi disedekahkan”

27. Uang tak halal bagai bara Neraka. Yang dimakan, merusak tubuh dalam. Yang dipakai, membakar kulit. Yang disimpan, merusak semua simpanan

28. Orang yang tak adil pada diri sendiri, bisakah tegakkan keadilan? Jika orang berseragam bisa adil, masyaa Allah, bahagianya negeri ini

29. Jika orang berseragam, tak bisa adil, lahaula… rusaklah negeri manapun serusak-rusaknya. Rakyat mana yg bisa cegah pegawai berseragam?

30. Keadilan ibarat fondasi. Tanpa fondasi, apapun yang dibangun di atasnya cuma sandiwara. Inilah rumah pasir. Dibangun tanpa fondasi

31. Malaysia dan Singapura mantap songsong masa depan. Mengapa? Karena hukum ditegakkan. Fondasi bernegara sudah digali. Tinggal dirawat

32. Korupsi di sana, ada. Tapi terus ditekan. Ketidakadilan, juga ada. Tapi itu dia, keadilan terus dihidup-hidupkan nilainya

33. Kita sulit sekali maju. Anggota DPR pun ada yg ingin matikan KPK. Kita jalan di tempat. Habis energi sekadar gali fondasi keadilan

34. Orang bilang kita “negara hukum”. Karena itu siapa kuasai hukum, dia kuasai negara. Cara menguasai hukum? #BajinganBerseragam

35. Ada yg bilang, hukum bisa dibeli. Maka siapa punya uang, bisa beli hukum dan atur negara. Ah sumpaaah! Saya tak percaya. Anda?

Erie Sudewo | January 23, 2015 at 4:23 pm | Tags: Bajingan Berseragam | Categories: Karakter | URL: http://wp.me/p51sG7-8o
Comment    See all comments
Unsubscribe to no longer receive posts from Erie Sudewo.
Change your email settings at Manage Subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
http://www.eriesudewoid.com/bajingan-berseragam/

Bukan pejabat bajingan


New post on Erie Sudewo

Bukan Pejabat Bajingan
by Erie Sudewo
Di bawah guyuran hujan di Jakarta, tanpa sinar mentari. Semoga sinar terang pak Mujica mampu mencerahkan | #BukanPejabatBajingan

1. Apa yang kita tahu dari Uruguay? Sepak bolanya. Uruguay banyak lahirkan pesebak bola dunia, di antaranya Diego Forlan dan Suarez

2. Tahukah Uruguay punya presiden hebat mantan gerilyawan. Naga-naganya mantan gerilyawan jadi presiden, jadi tradisi baru Amerika Latin

3. Di Venezeula ada Hugo Chavez, yg telah wafat. Di Bolivia ada Eva Morales. Uruguay punya Jose Alberto Mujica Cordano. Panggilannya Pepe

4. Tahun 60 hingga 70-an, Pepe jadi gerilyawan Tupamaros. Kelompok sayap kiri yang terinspirasi Revolusi Kuba

5. Pepe tertembak 6 kali. Mendekam di penjara terisolasi selama 14 tahun. Dia bebas tahun 1985 ketika Uruguay kembali ke demokrasi

6. Sejak 2010, Pepe resmi menjadi Presiden Uruguay. Apa yg hebat dari presiden yg satu ini? Kita simak di bawah ini | #BukanPejabatBajingan

7. Rumah Pepe Cordano sederhana. Presiden sebuah negara ini, rumahnya cuma dijagai dua orang polisi & Manuela, anjing berkaki tiga.

8. Jemuran pakaian pun tergantung di luar. Sedang air bersumber dari sumur kecil dari ladang di sebelah rumahnya | #BukanPejabatBajingan

9. Sebagai presiden, gajinya besar. Lebih dari 2x lipat gaji Presiden Jokowi. Gaji Pepe US $ 12.500/bulan. Sekitar Rp 119 juta/bulan

10. Gaji itu dia bagi 2. Yang 90% untuk rakyat, yang 10% utk dirinya. Baginya cukup dengan Rp 11 juta/bulan, hidup bersama keluarga

11. “Saya dijuluki presiden termiskin di dunia. Cuma saya tak pernah merasa miskin. Saya hidup cukup dari apa yg ada sekarang ini”, katanya

12. Baginya orang miskin itu orang yg bekerja keras sepanjang hari. Tujuannya agar bisa pertahankan gaya hidup mewah dan berlebih-lebihan

13. Sebagian orang, hidup sederhana apalagi miskin, bukan pilihan. Banyak orang terpaksa hidup miskin karena kondisi | #BukanPejabatBajingan

14. Sedang Pepe justru memilih sederhana, di tengah kemewahan yang disediakan untuknya. Sebagai presiden, apapun bisa diraihnya

15. Pepe juga tak menolak materi. Gaji pun tidak ditolak. Hanya diambil sekadarnya, 10% saja untuk bisa hidup bersama keluarga

16. Dia pilih sederhana, karena tak mau diperbudak materi. Dia sadar bahwa kemewahan tak akan mampu terus digapai | #BukanPejabatBajingan

17. Baginya kesederhanaan itu kunci ketenangan hidup. Maka dia bisa hidup tanpa mobil mewah, pakaian branded dan makan di resto

18. Orang yang bekerja keras untuk pertahankan kemewahan, baginya itu orang miskin. Padahal kebutuhannya telah terpenuhi dari kemarin

19. Lantas untuk apa berupaya keras kejar kemewahan. Karena itu meski bergelimang fasilitas, Pepe tak mau terjebak jadi orang miskin

20. Mobil pribadi Pepe cuma VW Beetle biru. Keluaran tahun 1987. VW butut itu ditawar Rp 12.2 M oleh syeikh dari Arab

21. Dubes Meksiko untuk Uruguay sarankan agar VW-nya dilelang di Meksiko. Uang lelang bisa utk beli 10 truk 4WD | #BukanPejabatBajingan

22. Cuma apakah Pepe bergeming? Agaknya tidak. Dia agaknya tak butuh uang. Sebab gaji jatahnya saja dibagi-bagi bagi orang miskin

23. Dan benar saja. Andai dia lelang, uangnya akan dipakai untuk pengadaan rumah bagi warga yang belum punya rumah | #BukanPejabatBajingan

24. Jika dapat 10 truk 4WD, dia akan sumbangkan ke lembaga layanan masyarakat di Uruguay | #BukanPejabatBajingan #CharacterBuilding

25. Pepe terkenal karena kesederhanaannya. Dia lebih suka tinggal di rumah pertanian milik istrinya, Topolansky, daripada di istana presiden

26. Tapi rumah isterinya tak lantas dijadikan istana. Juga tidak menyiasahi jalan rumahnya punya akses ke jalan tol | #BukanPejabatBajingan

27. Saat dilantik jadi presiden, Maret 2010, kekayaan Pepe hanya US$ 1.800 = Rp 21,9 juta | #BukanPejabatBajingan #CharacterBuilding

28. Kekayaan itu terdiri atas VW tua miliknya. Rumah dan lahan pertanian, atas nama isterinya | #BukanPejabatBajingan #CharacterBuilding

29. Sayang, Oktober 2015 Pepe tak lagi bisa ikut pilpres. Legislatif Uruguay melarang presiden maju untuk ke-2 kali | #BukanPejabatBajingan

30. Padahal berdasar survei, 60% rakyat Uruguay amat mencintai Pepe. Mereka amat mendukung Pepe untuk maju lagi jadi Presiden

31. Selain kesederhanaan, yang jadi kontroversinya adalah kebijakan melegalkan produksi dan penggunaan ganja | #BukanPejabatBajingan

32. Keputusan ini diambil melalui voting. Ada 2 alasan, mengapa kebijakan pelegalan ganja ini disepakati | #BukanPejabatBajingan

33. Ke-1 ini jadi cara efektif menekan angka kriminalitas. Ke-2 memutus mata rantai peredaran ganja secara illegal | #BukanPejabatBajingan

34. Bagaimana presiden kita? Kita berharap Jokowi tetap bisa bersahaja. Blusukannya jadi tanda, bahwa dia pilih kerja daripada urus harta

35. Bagi yang tak suka, tak memilih Jokowi, toh beliau sudah jadi Presiden RI. Suka atau tidak, dia tetap memimpin | #BukanPejabatBajingan

36. Saran saya pada diri sendiri, beri dia kesempatan. Sebab jika saya jadi presiden, blusukan saja saya tak mampu. Apalagi menolak suap

37. Bersyukur saya tak jadi pejabat apalagi presiden. Sebab pada diri saya sendiri pun saya curiga. Kenapa? Saya tak tahan godaan

Erie Sudewo | January 23, 2015 at 4:31 pm | Tags: Bukan Pejabat Bajingan | Categories: Karakter | URL: http://wp.me/p51sG7-8s
Comment    See all comments
Unsubscribe to no longer receive posts from Erie Sudewo.
Change your email settings at Manage Subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
http://www.eriesudewoid.com/bukan-pejabat-bajingan/

Selasa, 20 Januari 2015

Keadilan


New post on Erie Sudewo

Keadilan
by Erie Sudewo
Walau mentari mulai meninggi, nyaris sampai di atas ubun-ubun, semoga kultweet siang ini bisa mencerahkan | #Keadilan #CharacterBuilding

1. Tiap hari kita dengar dan bicara tentang #Keadilan. Tapi dari sejumlah org yg bicara tentang keadilan, berapa banyak yg paham arti adil?

2. Jangan-jangan penegak hukum pun tak paham makna adil. Atau karena sehari-hari sudah biasa dgn ketidakadilan, maka makna adil tenggelam

3. Di dunia hukum ada adagium : “Lebih baik tak menghukum orang bersalah, ketimbang menghukum orang tak bersalah” | #Keadilan

4. Ini kewaspadaan tingkat tinggi. Jika dirawat, insya Allah keadilan tegak. Diabaikan, maka yg salah bisa jadi benar, yg benar jadi salah

5. Arti adil adalah “meletakkan sesuatu pada tempatnya”. Arti adil bukan seimbang. Tak berarti sama panjang, sama pendek atau sama berat

6. Lawan adil adalah dzalim. Arti dzalim = gelap, kegelapan. Tegasnya letakkan sesuatu tidak pada tempatnya | #Keadilan #CharacterBuilding

7. Maka sesuatu itu berada dalam kegelapan. Tak ada cahaya, tak ada pedoman dan tak ada arah. Simpang siur tergantung sikon | #Keadilan

8. Karena sudah salah meletakkan, dia akan terus keliru meniti perjalanannya. Yg ada adalah utak-atik untuk cari-cari kebenaran dan keadilan

9. Kedzaliman muncul manakala berlaku: “Bukan lagi apa yg didengar, tapi siapa yg bicara. Bukan lagi siapa yg bicara, tapi apa imbalannya”

10. Keadilan pun rusak serusak-rusaknya. Sempurna, saat yg berlaku: “Pejabat atau org penting dibela. Pembela pun dapat imbalan besar”

11. Rasulullah sudah wanti-wanti soal keadilan ini: “Jika Fatimah mencuri, maka akan aku potong lengannya” | #Keadilan #CharacterBuilding

12. Sebagai penegak hukum, Hoegeng mengingatkan: “Jadi orang penting itu baik. Tapi yang lebih penting, jadilah orang baik” | #Keadilan

13. Kita mesti dukung agar kepolisian bekerja sesuai wewenang dan tanggung jawabnya. Sebab polisi itu termasuk garda terdepan keadilan

14. Jika ada oknum polisi yg tak mau tahu tentang keadilan, dia telah merusak nama besar para penegak hukum ini | #Keadilan

15. Singkatan polisi pun jadi olok-olok. Singkatan polisi jadi: “Perkara Orang Lain Itu Sumber Income”. Ini musti sama-sama kita cegah

16. Bicara #Keadilan adalah bicara moral. Bukan hanya bicara tentang ilmu hukum, debat, dan membuka helai-helai kitab hukum

17. Membangun #Keadilan dengan kepandaian dan ilmu hukum. Tapi merawatnya dengan perilaku, ahlak, dan karakter | #CharacterBuilding

18. Kepandaian bagai mendirikan tangga. Namun keadilan yang menentukan, apakah tangga itu telah bersandar di tempat yg benar

19. Sekali lagi #Keadilan itu tempatkan pada tempatnya. Yang utama/wajib mesti diutamakan. Yang sunnah sekadar pendukung, dikemudiankan

20. Orang yang dapat jabatan karena kemampuan, adil namanya. Ini sesuai pesan Rasulullah SAW: “Serahkan pada ahlinya” | #CharacterBuilding

21. Yang dapat jabatan tak sesuai kemampuan, itu dzalim. Pesan Rasul SAW: “Jika perkara bukan di tangan ahlinya, tunggu saja kerusakannya”

22. Angkat kaki ke meja, ini juga sikap dzalim. Kaki bukan di meja. Kaki di bawah. Maka meja pun punya kaki. Namanya kaki meja | #Keadilan

23. Waktu kerja dipakai tidur, ini juga dzalim. Waktu pengajian berisi nasihat agama dipakai berkelakar, ini pun tindakan dzalim

24. Jika tertawai diri-sendiri akibat bodoh atau alpa sambil istigfhar, ini bagus. Yg dzalim, ternyata kita tertawai masalah pihak lain

25. Waktu Maghrib masih dipakai futsal, pun dzalim. Maghrib punya hak, kita abaikan. Kita tak adil pada hak Maghrib, kewajiban untuk sujud

26. Harusnya menolong malah memotong, harusnya berbakti malah khianat, mustinya gotong-royong malah diam. Semua itu dzalim | #Keadilan

27. Sekali lagi diingatkan. Tak adil = tempatkan sesuatu tidak pada tempatnya. Tak adil karena gunakan sesuatu tak sesuai fitrahnya

28. Laki-laki ingin jadi perempuan, ini dzalim. Mengkhianati fitrah dan haknya sebagai lelaki | #Keadilan #CharacterBuilding

29. Saat shalat pikiran kemana-mana, artinya hak khusyuk diabaikan. Ini tak adil. Karena itu usai shalat tak bawa perubahan kebaikan apa-apa

30. Yg ada adalah STMJ. Mohon maaf, “Shalat Terus Maksiat Jalan”. Ini juga nasihat untuk diri saya sendiri. Taubat, taubat ... | #Keadilan

31. Yang shalat tak khusyuk atau STMJ, sebelum dan sesudah shalat tetap saja patpat-gulipat maksiat atau korupsi | #Keadilan

32. Pikirkan wanita bukan muhrim, pikir harta bukan haknya, ingin jadi anggota DPR dengan curang. Dzalim kan. Tak adil, tak sesuai fitrah

33. Gunakan nafsu pada fitrahnya, itu adil. Ini sifat mahmudah, nafsu baik. Nafsu berprestasi tidak dengan curang, itu adil | #Keadilan

34. Gunakan nafsu tak pada fitrahnya, halalkan cara, ini dzalim. Itu sifat mazmumah, nafsu buruk. Curang dan keji pun dilakukan. Rusak

35. Hati dikonsentrasikan pada Allah SWT, Rasul, hal baik. Ini sesuai fitrah hati nurani. Hati yg bersih, tercermin dari wajah dan perilaku

36. Hati jadi kotor saat ghibah, hasad, dengki, iri hati, marah. Dan akhirnya bertindak hancurkan orang. Dzalim pada hati. Tak adil jadinya

37. Hati nurani pun jadi kotor. Tak bisa bendung nafsu syahwat. Hati yg fitrahnya baik, didzalimi diri sendiri. Fitrah nurani jadi rusak

38. Saat penegak hukum gagal menjaga nurani dari nafsunya, dia sendiri sudah tak adil dengan dirinya sendiri | #Keadilan #CharacterBuilding

39. Saat tak adil pd diri sendiri, jangan harap bisa adil pd pihak lain. Maka jangan pernah mimpi keadilan bisa tegak di bumi pertiwi ini

40. Prinsip utama #Keadilan. Awali dulu dengan adil pada diri sendiri. Saat keadilan diri tertancap, itulah tonggal tegaknya keadilan

41. Saat tak adil pada diri sendiri, pasti kita diadili oleh moral. Siapa yg tak adil, kelak diadili pihak lain. Pengadilan Padang Mashyar

42. Semoga bermanfaat. Salam ber #Keadilan | #CharacterBuilding | Salaam

Erie Sudewo | January 21, 2015 at 11:14 am | Tags: Keadilan | Categories: Karakter | URL: http://wp.me/s51sG7-keadilan
Comment    See all comments
Unsubscribe to no longer receive posts from Erie Sudewo.
Change your email settings at Manage Subscriptions.

Trouble clicking? Copy and paste this URL into your browser:
http://www.eriesudewoid.com/keadilan/